Our Studio

Our Studio (DaBeatmasta consist of many DJ Equipments from any brands and types. We always do maintenance n regular upgrade.

Da Beatmasta studio

 Turntable Stanton ST150hp (pairs)

Mixer Akai AMX (built in DVS & Mini Innofader)

Trigger midi Akai APC40

Denon MCX8000 (controller with built in DVS & USB slot)

Numark V7 (pairs)

Mixer Pioneer DJM 800

Numark Mixdeck Quad

Behringer Tweakalizer

Kaosspad

Kaossilator

Numark DJ2GO

Condesor mic Behringer

Mixer Begringer Xenyx

etc

 

 

 

Tags: our studio, alat dj, DJ Equipments, Numark, Denon, Stanton, Da Beatmasta

Print Email

  • /index.php/why-us
  • /index.php

Technology

PHASE : Deejaying tanpa Cartridge & Timecoded Vinyls

Jaman berubah. Bahkan orang yang bilang turntable itu sudah tidak dipakai lagi pun, berarti dia orang yg kudet alias kurang update. DJ harus melek teknologi. Di belahan dunia manapun, di negara manapun turntable itu masih menjadi primadona para dj/ turntablist. Buktinya teknologi terus berkembang untuk turntable. DJ saat ini rata-rata menggunakan turntable dengan sistem DVS entah menggunakan soundcard ataupun mixer dengan built in DVS tapi pasti masih menggunakan juga timecoded vinyls dan cartridge jarum.

Tapi, sekarang kita akan memasuki Era baru untuk turntablist. Akan segera di launching "Phase" , device wireless yang memungkinkan dj memainkan mix / scratch / beatjuggling dll tanpa menggunakan Cartridge / Stylush dan juga timecodedvinyl. Ini berarti hilang kekhawatiran kita akan jarum tsb patah / habis dan juga vinyl yg sudah menipis / baret. Ini juga berarti tidak perlu biaya lagi untuk beli jarum dan vinyl. Alat ini bergerak secara wireless untuk menghubungkan transmitter pada turntable dan receiver yang dihubungkan di laptop. Produsen alat ini mengclaim dengan mencharge 1-2 jam alat ini mampu bertahan selama 10 jam. Tertarik ? Kita lihat masa depan DJ bisa start dari alat ini.

Did U Know ?

"FDJ" itu ga perlu !

Jangan kaget. Maksudnya bukan tidak boleh ada DJ wanita (Female DJ), tetapi ini berkaitan dengan istilah "FDJ".  Bahwa pada kenyataannya di Indonesia istilah FDJ banyak dipakai oleh para EO dan DJ dalam mempromosikan event dan DJ wanitanya. Padahal dari awal tehnik DJ diciptakan sampai detik ini, di seluruh belahan dunia istilah bagi orang yang berprofesi memainkan lagu dance ini adalah tetap DJ dan TIDAK ADA pemisahan penyebutan gelar antara DJ pria dan DJ wanita. Jadi di dunia tidak mengenal istilah FDJ (hanya di Indonesia). Bagaimana kekeliruan menggunakan istilah FDJ ini bisa terjadi di Indonesia, biasanya ini diawali oleh ketidaktahuan dan kurangnya informasi / ilmu DJ yg dimiliki EO dan juga ulah dari marketing - marketing EO yang ingin agar eventnya terlihat menarik dengan istilah FDJ. Padahal penggunaan istilah FDJ ini adalah salah, sia-sia dan terkesan (maaf) kurang berpendidikan. Karena, tanpa istilah FDJ pun semua orang bisa tahu bahwa DJ tersebut perempuan hanya dari namanya. Contoh : Baby A atau DJ Anna. Orang langsung tahu bahwa Baby A dan Anna itu perempuan bukan ? tanpa kita harus pertegas lagi dengan "FDJ" Baby A atau "FDJ" Anna. Dan untuk daya tarik flyer / poster ? ah rasanya juga ga penting. Cukup pakai nama atau gelar DJ juga orang akan tahu DJ tsb pria atau wanita, apalagi seringkali disertakan fotonya bukan? Malu ah kalo sampai dibilang "ih Norak" hanya gara gara pamer pake istilah "FDJ". Stop penggunaan istilah FDJ ya guyz, Be Smart DJ :)